Saturday, June 12, 2010

prolog


To my everdearest wife..
Marrying you is the second best thing happened in my life [the first one is being able to be in my family :p]
But for knowing you, understanding you, loving you is the infinite happiness for me..
Thanks for being a real understanding and loving wife [you are.. you know that, right?]
Thanks for being the best of friend I have ever had [besides Ajim]
Thanks for being the only woman [besides mama] that always have patience with my career..
And also.. for being the mother of my children.. i Love You damn much till i don’t know when I don’t love since our first meeting..
Sayang.. thanks for being the greatest wife for me.. may ALLAH bless our marriage and our life.. AMIN.. this is the only thing that I can make for you for our first anniversary.. just wait for me, and we’ll go to anywhere you want..
Lots of Love,
Your hubby..

Nini tertawa membaca surat suaminya. Dia memandang ke arah jambangan bunga ros merah dan putih yang memenuhi ruang tamu. 10 jambangan bunga  bersama 99 kuntum bunga ros merah dan putih yang diterimanya sejak pagi tadi. Jam sudah menunjukkan tepat pukul 8.00 malam. Makan malam telah disiapkan. Dia mengusap perlahan perutnya yang mula nampak memboyot itu. “baby, hari ni papa balik untuk makan dengan kita..” ujarnya.
Terdengar loceng berbunyi. Nini segera membuka pintu. Kelihatan seorang lelaki bersama sejambak bunga ros merah-putih. Nini tersenyum lebar. “maaf encik, saya tak beli bunga..” terdengar tawa lelaki itu.
“sayang! You cakap Bie penjual bunga?” Nini tertawa melihat lelaki itu yang sedang bercekak pinggang di hadapan rumah mereka.
“welcome home, Bie..” Nini membuka pintu dan menyalami tangan suaminya. Suaminya tersenyum.
“I’m home, sayang..” dikucup lembut pipi isterinya.
“assalamualaikum.. baby papa sihat? Baby tunggu papa balik kan baru baby nak tengok dunia?” Nini tertawa lagi.
“jom masuk Bie.. I masakkan masakan favourite you hari ni..” ditarik tangan suaminya agar menurut.
“ni untuk sayang..” unjuk sang suami sambil mereka berjalan. Nini tersenyum lalu menerimanya. Cukup 999 bunga yang diterimanya hari ini.
“tapi Bie, kenapa 999 je?” sang suami pula tersenyum.
“sebab yang satu lagi ialah ini..” dikucup lembut pipi isterinya. Nini tersenyum bahagia.
"kiranya you nak cakap yang you ni sangat romantik la?" usik Nini.
"I'm a hopeless romantic one la.." sang suami mengangkat kening.
"yeah right..  a very romantic hubby yang sangat takde kerja sampai bagi love letter dekat wife sendiri.." usiknya lagi.
Pipi Nini ditarik perlahan. "itu tanda Bie sayang dekat you.. okay.. lepas ni I pinjam jet siapa-siapa and then write on the sky.. 'Sayangku Dayangku Fairuz Haryani Pengiran Adli! I love you so much!'.. nak?"
Nini tertawa. "boleh saje.." dipeluknya pinggang suaminya itu. "I love you, Bie.." sang suami tersenyum lebar.
"I know.. and me too sayang.." 

No comments:

Post a Comment